Sabtu, 23 Februari 2019

Manfaat Mengikuti Workshop Sagusablog

Sagusablog
Diyakini benar, sudah banyak guru yang terjun ke dunia blogging. Menggeluti aktivitas ngeblog sambil menikmati manfaatnya di sela-sela waktu luang melaksanakan kegiatan rutin sebagai pendidik profesional. Betapa banyak sudah bertebaran di dunia internet blog yang dikelola oleh seorang guru.
Tema blog guru pun cukup beragam. Tidak hanya membahas masalah pendidikan. Tidak sedikit guru yang membuat blog dengan pokok bahasan di luar tema pendidikan. Misalnya, blog dengan topik teknologi, kuliner, internet dan komputer, dan lain sebagainya. Semua itu tergantung pada passion masing-masing guru yang mengelola blog.
Kenyataan bahwa guru ikut mengelola blog bukan lagi menjadi sesuatu hal yang baru. Perkembangan kekinian di bidang pendidikan dan bidang lainnya, telah mendorong guru untuk menggeluti dunia blogging. 
Di sisi lain, masih banyak pula guru yang masih awam tentang aktivitas ngeblog. Mungkin ada yang meminatinya namun belum tahu bagaimana cara membuat dan membangun sebuah blog

Sekurang-kurangnya ada 5 manfaat blog bagi guru, yaitu :
1.Media berbagi pengetahuan dan pengalaman
Blog menjadi media strategis untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Tidak terkecuali bagi komunitas guru. Dengan media blog, seorang guru dapat berbagi pengetahuan dan pengalamannya dengan guru lainnya.
Guru termasuk profesi yang unik dan menyenangkan. Apa yang sudah direncanakan dengan baik melalui persiapan tertulis belum tentu dapat terlaksana di ruang kelas sebagaimana mestinya. 
Disini akan ditemukan pengetahuan dan pengalaman baru dalam mengatasi masalah pembelajaran. Hal ini penting dibagi kepada rekan guru lain melalui media blog.

2.Ajang mengasah keterampilan menulis
Guru sudah barang tentu memiliki keterampilan menulis kreatif. Keterampilan ini pada gilirannya digunakan untuk menyusun karya tulis ilmiah (KTI) Perkembangan terkini, untuk naik pangkat atau persyaratan mengikuti lomba dalam komunitas guru diperlukan KTI hasil kreativitas guru.
Namun keterampilan yang sudah dimiliki guru akan menjadi tumpul jika tidak dilatihkan. Dengan membuat blog, kemudian memposting artikel karya guru maka keterampilan menulis akan terasah.

3.Media aktualisasi diri
Dengan memiliki blog akan terwujud aktualisasi diri dengan sendiriyai. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari tak jarang seorang guru menemukan kendala. Namun kendala tersebut berhasil diatasi dengan teknik dan cara guru tersebut.
Membagikan pengalaman tersebut melalui blog maka guru lain akan dapat membaca pengalaman tersebut. Boleh jadi pengalaman tersebut mendatangkan inspirasi guru lain untuk menyelesaikan permasalahan yang sama.

4.Dokumentasi gagasan dan pemikiran guru
Blog itu sejatinya berisi kumpulan gagasan dan hasil pemikiran seorang blogger. Bagi guru, blog merupakan kumpulan gagasan dan hasil pemikiran yang terdokumentasi secara online. 
Dokumentasi kreativitas guru secara online akan dapat dilihat oleh guru bersangkutan serta guru lainnya. Jika suatu saat dibutuhkan, guru dapat membukanya kembali. Sementara bagi guru lain, dokumentasi ini dapat dikopi untuk sesuatu keperluan guru.

5.Belajar bisnis online
Meskipun berprofesi sebagai guru, jiwa berbisnis pasti dimiliki oleh guru. Namun tidak semua guru dapat menerapkan jiwa bisnisnya itu di dunia nyata. Di samping keterbatasan waktu oleh tugas mengajar dan mendidik, masih ada hambatan lain untuk menerapkan passion berbisnis.
Dengan memiliki blog, guru dapat menyalurkan hobi bisnisnya secara online. Paling tidak ikut bisnis online semisal adsense. Tentu saja tidak mudah untuk mewujudkannya. Namun perjalanan waktu dan ketekunan mengelola blog, bisnis online seperti ini akan mendatangkan hasil.

IGI

Ikatan Guru Indonesia adalah organisasi pendidikan yang beranggotakan guru, dosen, dan pemerhati pendidikan di Indonesia. Lembaga ini didirikan pada tanggal 26 November 2009 dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan Nomor AHU-125.AH.01.06 Tahun 2009. 
Sejak mendapat pengesahan resmi dari pemerintah sebagai organisasi guru, IGI terus berkonsentrasi penuh pada peningkatan kompetensi guru. Bagi IGI, ujung pangkal dari semua persoalan pendidikan di Indonesia ada pada rendahnya kompetensi guru Indonesia baik kompetensi profesional, kompetensi paedagogik, kompetensi sosial maupun kompetensi kepribadian.
Awal tahun 2018 IGI telah melahirkan 67 Kanal Kegiatan IGI yang akan berjuang meningkatkan kompetensi Guru di Indonesia, diantaranya yaitu:
1. SAGUSANOV (Satu Guru Satu Inovasi)
2. SAGUSAMIK (Satu Guru Satu Komik Pembelajaran)
3. SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku)
4. SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog)
5. SAGUSAKTI (Satu Guru Satu Karya Tulis Ilmiah)


Workshop Sagusablog

Salah satu kanal yang berperan dalam melatih guru-guru dalam membuat blog adalah Sagusabog. Sagusablog adalah kependekan dari Satu Guru Satu Blog dimana founder dari kanal ini yaitu Pak Amin Mungamar - @mrmung (Jawa Tengah), Sekretarisnya Pak Dahli Ahmad - @dahli_ahmad (Jawa Barat) dan Bendaharanya Pak Basri Lahmudin - @baslah (Sulawesi Selatan).
Pola workshop Sagusablog yaitu pola daring dimana peserta akan dipandu oleh mentor dengan menggunakan aplikasi Telegram dan modul yang sudah tersedia dan dapat didownload di web Guru Pembelajar IGI. Sagusablog terdiri dari beberapa tingakatan mulai dari tingkat dasar sampai tingkat lanjut dengan materi yang berbeda-beda.
Workshop Sagusablog sangat menantang bagi seorang guru/peserta workshop, dimana peserta dituntut untuk membuat sebuah blog dengan pola workshop daring tanpa tatap muka dengan pelatih/mentor. Tetapi itu bukan merupakan suatu halangan dalam membuat blog, yang nantinya blog ini akan sangat bermanfaat bagi seorang guru dalam mengembangkan pembelajaran di sekolah. 
Diharapkan kedepannya workshop Sagusablog lebih dikembangkan lagi dengan materi-materi tambahan yang lebih tinggi tingakatannya dan lebih kompleks.
akmal iskandar

1 komentar: